Text
Gereja pascapandemi merengkuh kerapuhan, c.1-2
Buku ini merupakan sebuah karya eklesiologi konstruktif yang bersumber pada rasa cinta dan keprohatinan penulis pada kerapuhan gereja-gereja di Indonesia dan para warganya, dalam solidaritas dengan kerapuhan umat manusia yang tengah bergumul dengan pandemi Covid-19. Gereja semacam apa yang harus kita hidupi di masa pandemi dan pascapandemi? Dengan menelusuri makna kerapuhan di dalam teologi Kristen, penulis tiba pada sebuah proposal imajinatif-imani, bahwa gereja-gereja pascapandemi hanya dapat bertahan melalui kesediaannya untuk menjadi Gereja Proflektif, yaitu gereja yang berjalan maju dalam embara perlahan ke masa depan, dengan merengkuh kerapuhannya sendiri dan kerapuhan umat manusia, sembari memberlakukan kebajikan kristiani serta bergantung pada rahmat Allah Trinitas.
| 241003546 | 262.001 ADI g.1 | Moriah Hills | Available |
| 241003547 | 262.001 ADI g.2 | Moriah Hills | Available |
No other version available